Cangkuang Temple in Cangkuang Village, District of Leles, Garut
Regency. This temple is about 17 km from Garut City and about 46 km from
Bandung. From the square of Leles, take the left turn if you come from Bandung
to Garut, or to the right if you come from the opposite direction. This temple
is located in the middle of the lake which is about 2 km from the highway.
Travelmates,
Cangkuang name comes from the name of the tree around the Cangkuang Temple,
named Cangkuang tree, which is a kind of pandanus tree in Latin is Pandanus
Furcatus. Cangkuang tree leaves used to make a hood, mat, or palm sugar wrap.
Such fruit used as one type of disease.
Cangkuang Temple
was first discovered in 1966 by a team of researchers based on Vorderman's
report in the book "Notulen Bataviaasch Genootschap" in 1893.
Cangkuang Temple is a one-inch Hindu temple in West Java that has been
restoring to date. In 1978, this touch factory occupied only 40% of the ruins
when found, then in this temple made of cement mortar, coral, sand, and iron.
Once restored,
Cangkuang Temple has a size that suits its natural state. Building height to
rooftop is 8.5 m. Profile of the temple in the leg shaped square of 4.5 x 4.5
m. The roof of the temple paved to form a pyramid. Along the edge of each arrangement
of freedom a kind of small crowns, like those in the Gedongsanga temples
.
In the other
direction, there is a tomb of Islamic relics, Arief Muhammad. He was a Mataram
royal soldier from Central Java who went to attack the Dutch in Batavia in the
17th century. His attack failed, he did not return, but settled in Cangkuang
teaching and spreading Islam to the surrounding community, in Kampung Pulo
where his descendants.
3A in Cangkuang Temple that is 1 orientation we can use
(Bus, motorcycle taxi, public transportation) if in town and destination up to
35 minutes to reach we have to climb the raft -Amenitas There is a Homestay
located near the parking lot, and there are 2 restaurants that are Cobek Kick, Padang, there are toilets,
mosque, place accessories and in the cottage Tickets about 8000 adults 5000
children "15000. -Atraction in Cangkuang temple we have suguhkan with view
from place suitable to eat "and bootram with family, and there is museum /
relics in temple and others that there is grave, can use raft to temple, and
there is traditional house of kampung pulo
Candi Cangkuang terletak di Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Candi ini berjarak sekitar 17 km dari Garut Kota, dan sekitar 46 km dari Bandung. Dari alun-alun Leles, ambil belokan ke arah kiri jika kalian datang dari arah Bandung menuju Garut, atau ke kanan jika kalian datang dari arah berlawanan. Candi ini terletak di tengah danau yang berjarak sekitar 2 km dari jalan raya.
Nah Travelmates, nama Cangkuang berasal dari nama pohon yang banyak terdapat di sekitar Candi Cangkuang, namanya pohon Cangkuang, yakni sejenis pohon pandan yang dalam bahasa latin adalah Pandanus Furcatus. Daun pohon Cangkuang dahulu dimanfaatkan untuk membuat tudung, tikar, atau pembungkus gula aren. Adapun buahnya dipakai sebagai obat salah satu jenis penyakit.
Candi Cangkuang pertama kali ditemukan tahun 1966 oleh tim peneliti berdasarkan laporan tulisan Vorderman dalam buku “Notulen Bataviaasch Genootschap” tahun 1893. Candi Cangkuang adalah satu-satunya candi Hindu di Jawa Barat yang berhasil dipugar hingga saat ini. Pada tahun 1978 bangunan candi ini di rekonstruksi, bangunan aslinya hanya tersisa 40% dari reruntuhan saat ditemukan, lalu kemudian candi ini dibuat dari adukan semen, batu koral, pasir dan besi.
Setelah dipugar, Candi Cangkuang mempunyai ukuran yang sesuai dengan keadaan alamnya. Tinggi bangunan sampai ke puncak atap adalah 8,5 m. Tubuh candi berdiri diatas kaki berdenah bujur sangkar berukuran 4,5 x 4,5 m. Atap candi bersusun-susun membentuk piramid. Sepanjang tepian setiap susunan dihiasi semacam mahkota-mahkota kecil, mirip yang terdapat di candi-candi Gedongsanga.
Di dekat candi ada makam peninggalan penganut agama Islam, yaitu Arief Muhammad. Dia adalah seorang tentara kerajaan Mataram dari Jawa Tengah yang pergi menyerang Belanda di Batavia pada abad ke 17. Penyerangannya gagal, dia tidak kembali, tetapi menetap di Cangkuang mengajar dan menyebarkan agama Islam kepada masyarakat sekitarnya, tepatnya di Kampung Pulo dimana keturunannya menetap hingga saat ini.
3A yang terdapat di Candi Cangkuang yaitu 1 Aksesibilitas
kita dapat menggunakan (Bus, ojek, angkutan umum) jika berada di kota dan
perkiraan sampai ke tempat tujuan 35 menit ketika sudah sampai kita harus
menaiki rakit -Amenitas Yang ada di candi cangkuang disana terdapat Homestay
yang terletak di dekat lapangan parkir, dan ada 2 restoran yaitu restoran Kaki
Cobek, Padang,ada toilet, mushola, tempat jualan aksesoris dan di potok tiket sekitar 8000 orng dewasa 5000 anak"
15000 wisatawan asing. -Atraksi yang ada di Candi cangkuang disana kita di
suguhkan dengan pemandangan sekitar candi yang sangan nyaman cocok untuk
makan" dan bootram bareng keluarga , dan disana terdapat museum/ peninggalan2
di candi cangkuan dan atraksi yang lain nya ada makam lalu wisatawan dapat
menggunakan rakit ke candi, dan ada rumah adat kampung pulo.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar